Candi Borobudur siap menjadi pusat perayaan Hari Suci Waisak 2570 Tahun Buddha yang diperingati pada Minggu (31/05/2026). Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pihak Museum dan Cagar Budaya telah memindahkan Arca Buddha yang Belum Selesai ke Lapangan Kenari di Zona 1 kawasan candi tersebut.
Langkah ini dilakukan guna menghadirkan ruang spiritual yang lebih representatif bagi ribuan umat Buddha serta peziarah yang ingin melaksanakan meditasi dan doa di antara dua pohon kenari. Arca yang dikenal sebagai Mbah Belet ini sebelumnya berada di Museum Karmawibhangga dan dipindahkan melalui upacara Boyongan Ageng pada awal Mei lalu yang dihadiri oleh Menteri Kebudayaan RI.
Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, menjelaskan bahwa pihaknya berupaya merawat makna hidup di balik struktur bangunan bersejarah tersebut.
“Misi pelestarian warisan budaya yang dilakukan oleh Museum dan Cagar Budaya tidak berhenti hanya pada perawatan struktur saja, tapi juga merawat makna yang hidup di dalamnya. Borobudur akan terus kami kelola sebagai warisan dunia yang mampu menghubungkan sejarah, budaya, dan praktik masyarakat masa kini,” ujarnya.
Puncak perayaan akan ditandai dengan meditasi detik-detik Waisak pada pukul 15.44.44 WIB di pelataran candi. Keistimewaan arca ini terletak pada bentuknya yang tidak sempurna, namun dianggap oleh beberapa arkeolog sebagai esensi tertinggi Adi-Buddha yang melampaui bentuk fisik.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


