Ribuan calon penerima bantuan Program Indonesia Pintar di wilayah Provinsi Papua Tengah lolos verifikasi data tahap awal. Penyaringan berkas kependudukan ini memangkas jumlah usulan dari alokasi awal kuota beasiswa daerah.
Anggota DPR RI Komarudin Watubun menjelaskan bahwa pemberian beasiswa PIP menjamin perluasan akses sekolah bagi anak-anak dari keluarga miskin. Hasil verifikasi menetapkan sekitar 2.400 pelajar berhak memperoleh bantuan dari total 10.000 usulan.
Kendala utama gugurnya sebagian besar calon penerima berpusat pada ketiadaan dokumen identitas kependudukan yang sah. Sistem Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memerlukan integrasi data resmi terhubung bersama basis data kependudukan nasional.
Selain itu, ada peluang penambahan kuota penerima apabila warga memperbarui serta melengkapi dokumen administrasi kependudukan. Proses perbaikan data peserta terus berjalan untuk diusulkan kembali pada gelombang penerimaan berikutnya.
Masyarakat daerah diimbau aktif mengurus dokumen Kartu Tanda Penduduk serta Kartu Keluarga secara gratis di kantor dinas terkait. Kepemilikan identitas sah mempermudah penyaluran berbagai program jaminan sosial pemerintah secara tepat sasaran.
"Awalnya saya minta bantuan 10.000 beasiswa PIP untuk Papua Tengah, tetapi setelah diverifikasi, yang disetujui sekitar 2.400-an orang," kata Komarudin.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


