Perbaikan jembatan terus dikerjakan sehingga pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh dapat segera terwujud. Target penyelesaian kerusakan tercapai pada jalan nasional hingga hari ini, Kamis (1/1).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana selaku koordinator Pos Pendamping Nasional merilis target Kementerian Pekerjaan Umum tercapai, yang ditargetkan pada 30 Desember 2025.
jembatan yang mengalami kerusakan sebelumnya dilaporkan sebanyak 16 jembatan telah 100 persen diselesaikan. Rincian jembatan selesai yaitu 12 jembatan fungsional di lokasi eksisting, dan empat jembatan fungsional melalui jalur alternatif, di antaranya Weihni Enang-Enang, Jamur Ujung, Titi Merah dan Krueng Beutong.
Sedangkan titik longsoran yang tercatat pada 361 titik, hingga hari ini (1/1) telah selesai pengerjaan pada 360 titik atau 99,72 persen. Satu titik longsoran yang masih dikerjakan yaitu arah Jembatan Weihni Enang-Enang fungsional melalui jalan alternatif.
Pencapaian sejauh ini tidak terlepas dari kolaborasi dan gotong royong semua pihak. Dengan berangsur-angsur pulih akses jalan dan jembatan, pemerintah mengharapkan pemulihan sektor energi dapat tercapai pada pertengahan Januari ini.
Namun demikian, BNPB tetap mewaspadai potensi yang dapat mengganggu hasil perbaikan yang sudah dilakukan bersama. Perlunya perhatian bersama dalam perbaikan infrastruktur yang selesai tidak terganggu lagi akibat faktor cuaca.
Saat ini daya tampung saluran air utama sungai dan drainase primer belum pulih seperti sebelum terjadinya bencana. BNPB tetap melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mendukung proses percepatan normalisasi sungai di beberapa titik.
BNPB menilai apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, ini dapat menyebabkan terjadinya luapan air, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di tiga kabupaten. Hal tersebut dapat berdampak pada hasil pekerjaan perbaikan jalan dan jembatan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


