Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memulai revitalisasi Taman Semanggi pada Jumat (20/2/2026). Penataan ruang terbuka hijau seluas enam hektare ini dikerjakan secara kolaboratif bersama pihak swasta tanpa menyentuh dana APBD sedikit pun.
Taman bersejarah ini akan dilengkapi berbagai fasilitas seperti jalur pedestrian, ruang komunal, dan kolam resapan. Proyek ini bertujuan menghidupkan kembali gagasan luhur Presiden Soekarno agar tetap relevan bagi warga Jakarta saat ini.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin kawasan ini benar-benar menjadi tempat yang ikonik dan dapat dimanfaatkan oleh semua orang dengan baik. Taman Semanggi akan menjadi simbol regenerasi dari gagasan Bung Karno yang tetap kontekstual dengan kebutuhan Jakarta hari ini,” tuturnya.
Pembangunan dipastikan tidak mengganggu mobilitas kendaraan di simpang susun Semanggi. Fokus utamanya adalah mengembalikan fungsi sosial lahan sebagai wadah interaksi bagi masyarakat luas.
“Kemudian, ada reactivation, yaitu mengaktifkan kembali kawasan taman agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh kelompok masyarakat. Yang paling penting, seluruh penataan ini dilakukan tanpa mengganggu lalu lintas yang ada. Kawasan Semanggi merupakan koridor transportasi utama sekaligus wajah Jakarta,” jelasnya.
Proyek senilai Rp134 miliar ini diharapkan mampu mempercantik lingkungan secara berkelanjutan. Kerja sama berbasis hak penamaan menjamin seluruh fasilitas akan terawat tanpa membebani keuangan daerah.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


