Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersiap mengimplementasikan kebijakan konversi bahan bakar dari liquefied petroleum gas (LPG) ke compressed natural gas (CNG).
Sebagai langkah perdana, penerapan skema penggantian gas melon ini akan difokuskan secara bertahap di wilayah perkotaan besar di Pulau Jawa.
Pemilihan kota-kota besar di Jawa sebagai lokasi tahap awal didasari oleh kesiapan infrastruktur pipa gas dan distribusi yang lebih mapan dibandingkan wilayah lainnya.
Peralihan ini nantinya menyasar pengguna LPG 3 kg untuk dialihkan ke penggunaan CNG yang diklaim lebih efisien dan berbasis pada ketersediaan gas bumi domestik.
“Penerapan CNG untuk menggantikan LPG 3 kg akan dimulai secara bertahap, dengan fokus awal pada kota-kota besar di Pulau Jawa guna mengoptimalkan infrastruktur yang sudah ada,” tulis laporan Kementerian ESDM, Rabu (6/5).
Dengan memanfaatkan cadangan gas bumi dari dalam negeri, pemerintah optimis biaya energi untuk kebutuhan memasak dapat lebih terkendali sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Selain sektor rumah tangga, penggunaan CNG ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemanfaatan energi bersih di pusat-pusat populasi tinggi.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


