Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memastikan SMA Unggul Garuda Baru mulai beroperasi pada Juni 2026.
Institusi yang dirancang sebagai pusat pembinaan talenta muda ini akan dibuka di empat titik, yakni Belitung Timur, Timor Tengah Selatan, Konawe Selatan, dan Tanjung Selor. Pada tahun ajaran perdana, pemerintah menyediakan kursi bagi 640 siswa terpilih, dengan pembagian 160 siswa per sekolah, guna memastikan kualitas pendidikan yang inklusif dan merata.
Proses pendaftaran peserta didik baru dijadwalkan tetap terbuka hingga 7 Maret 2026. Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif, Ardi Findyartini, menegaskan bahwa seleksi ini menerapkan standar kompetensi tinggi. Siswa pelamar wajib memiliki nilai rapor minimal 85 untuk mata pelajaran utama atau prestasi di bidang STEM.
“Kami berharap bisa memberikan kesempatan kepada siswa-siswi terbaik potensi unggul dari seluruh Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi kurang beruntung,” ujar Ardi Findyartini.
Hingga saat ini, antusiasme pendaftar terlihat dari data sistem yang mencatat lebih dari 1.220 login dari berbagai daerah. Bersamaan dengan penyaringan siswa, pemerintah juga sedang menyeleksi 96 guru dan tenaga kependidikan untuk mengisi formasi di empat sekolah tersebut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


