Bank Indonesia (BI) terus memperluas jangkauan konektivitas pembayaran digital lintas negara. Terbaru, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengonfirmasi bahwa wisatawan asal Jepang yang berkunjung ke Indonesia segera dapat bertransaksi menggunakan QRIS di berbagai merchant lokal.
Kemajuan ini tercapai setelah BI bersama Netstars, perusahaan switching asal Jepang, berhasil mengantongi perizinan operasional untuk transaksi dua arah (inbound dan outbound).
Sebelumnya, layanan QRIS RI-Jepang baru mengakomodasi transaksi bagi warga negara Indonesia (WNI) yang melancong ke Jepang.
Dengan terbitnya lisensi terbaru ini, BI tengah merampungkan persiapan teknis agar warga Jepang dapat menggunakan aplikasi pembayaran mereka untuk memindai kode QRIS di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan mancanegara dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital di sektor pariwisata.
Selain Jepang, Bank Indonesia juga bersiap merealisasikan interkoneksi serupa dengan Korea Selatan pada April 2026.
Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa peluncuran QRIS antarnegara dengan Negeri Ginseng tersebut merupakan bagian dari bauran kebijakan sistem pembayaran yang pro-pertumbuhan (pro-growth).
Hingga saat ini, QRIS antarnegara telah resmi dapat digunakan di Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang
BI menargetkan perluasan jangkauan ke delapan negara pada tahun ini, dengan prioritas kerja sama berikutnya menyasar China, India, dan Arab Saudi. Ekspansi ini mempertegas posisi Indonesia dalam memimpin integrasi sistem pembayaran digital di tingkat global.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


