Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan bahwa ruas jalan nasional di Provinsi Sumatera Barat, khususnya koridor utama Padang–Bukittinggi, siap melayani arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan komitmennya untuk menjaga konektivitas pada titik-titik vital, terutama di wilayah yang sebelumnya terdampak bencana agar perjalanan masyarakat tetap aman dan nyaman.
Fokus utama penanganan saat ini berada di kawasan Lembah Anai. Meski proses perbaikan permanen masih berjalan dengan progres fisik sekitar 44 persen, jalur ini dipastikan akan difungsikan penuh selama 24 jam sejak periode H-10 hingga H+10 Lebaran.
Selain itu, optimalisasi Jembatan Kembar Margayasa juga dilakukan untuk mencegah terjadinya penyempitan arus kendaraan di koridor tersebut.
Sementara itu, di kawasan Sitinjau Lauik yang sedang dalam tahap pembangunan flyover, pemerintah telah menyiapkan rekayasa teknis berupa penyesuaian pembatas jalan (barrier). Langkah ini diambil agar kapasitas jalan tetap optimal dalam menampung lonjakan volume kendaraan pemudik.
Sebagai langkah antisipasi darurat, pemerintah menyiagakan 13 posko mudik yang beroperasi 24 jam di sepanjang jalur lintas Sumatera Barat. Sebanyak 40 unit alat berat juga ditempatkan di titik-titik rawan untuk menangani potensi gangguan seperti tanah longsor atau pohon tumbang secara cepat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


