BNPB menyalurkan bantuan dana tunggu hunian atau DTH kepada 259 kepala keluarga (KK) korban bencana banjir akhir November 2025 lalu. Mereka merupakan warga dari Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Penyerahan simbolis berlangsung di Kantor Kecamatan Rantau pada Selasa (10/3).
Saat tatap muka dengan warga penerima DTH, Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan mengenai pendekatan huntap yang akan diterima warga terdampak. Huntap yang diberikan pemerintah pusat ada dua pilihan, yaitu insitu dan terpusat. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sudah menyiapkan beberapa titik lahan pembangunan huntap terpusat.
Suharyanto menyampaikan, warga dapat memilih insitu untuk huntap yang nantinya dibangun di tanah yang dimilikinya atau lokasi rumahnya yang rusak oleh bencana.
“Segera nanti daftar, dan itu mungkin dibangun lebih cepat,” ujar Kepala BNPB merujuk pada warga yang memilih huntap insitu.
Huntap insitu diharapkan akan dilakukan setelah libur lebaran usai. Huntap jenis ini akan dibangun oleh BNPB, sedangkan huntap terpusat nantinya akan dibangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang masih memfokuskan pada percepatan pembangunan hunian sementara (huntara). Kepala BNPB mendorong agar warga terdampak di tenda pengungsian dapat segera mengakses huntara maupun DTH.
“Kami menargetkan sebelum hari raya, satu minggu lagi, mudah-mudahan tercapai. Yang masih ditenda itu semuanya dapat menempati huntara,” lanjutnya.
Data sementara huntara yang telah selesai dibangun mencapai 2.248 unit. Masyarakat yang belum menghuni huntara diharapkan dapat berpindah ke fasilitas pemerintah yang lebih layak dan mendapatkan dukungan DTH, sebelum nantinya mereka mendapatkan huntap.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


