Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memulai program revitalisasi terhadap 809 satuan pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menandai dimulainya proyek ini melalui peletakan batu pertama di TK Kristen Kota Kupang.
NTT menjadi salah satu prioritas utama revitalisasi nasional mengingat banyaknya sekolah yang berada di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).
Pembangunan infrastruktur pendidikan ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar di wilayah tersebut. Pemerintah menargetkan perbaikan fasilitas ini mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di NTT agar lebih kompetitif di masa depan.
“Revitalisasi ini dilakukan di 809 satuan pendidikan di NTT sebagai prioritas nasional, terutama untuk sekolah di daerah 3T dan pemenuhan program Wajib Belajar 13 Tahun,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Rabu (6/5).
Proses pengerjaan di lokasi ini ditargetkan selesai dalam waktu empat bulan, sehingga fasilitas baru dapat segera digunakan oleh guru dan murid pada Agustus mendatang.
Sejauh ini, progres administratif menunjukkan sebanyak sembilan sekolah telah merampungkan Perjanjian Kerja Sama (PKS), sementara 800 sekolah lainnya masih berada dalam tahap penyelesaian dokumen.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


