Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus mendorong perluasan area tanam komoditas padi gogo di seluruh wilayah kecamatan guna memperkuat sistem ketahanan pangan daerah.
Langkah ini diambil sebagai strategi optimalisasi lahan kering nonproduktif yang bersifat tadah hujan serta tidak membutuhkan pasokan air irigasi dalam jumlah besar.
"Secara karakteristik, padi gogo ini merupakan komoditas pangan yang cocok tumbuh di lahan kering," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Tengah, Dian Akbarini.
Intervensi dari pemerintah daerah ini sengaja digalakkan menyusul maraknya fenomena peralihan profesi para peladang tradisional lokal yang kini banyak berpindah ke sektor perkebunan kelapa sawit.
Guna menyukseskan target penanaman total seluas 118 hektare, pemerintah pusat turut mengucurkan dukungan logistik berupa bantuan 34 ton benih serta pasokan herbisida maupun pestisida bagi kelompok tani setempat.
Pihak dinas terkait kini berfokus mengawal jalannya penanaman awal seluas 69 hektare di Kecamatan Sungaiselan sembari memberikan pendampingan teknis harian secara intensif dari hulu ke hilir.
Program kemandirian pangan ini diharapkan tak hanya mengamankan pasokan beras lokal, melainkan mampu mendongkrak taraf pendapatan para petani di wilayah perdesaan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


