Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog memastikan program bantuan pangan nasional tahun 2026 segera direalisasikan sesuai direktif Presiden Prabowo Subianto.
Program ini mencakup pendistribusian beras dan minyak goreng kepada 33,2 juta penerima bantuan di seluruh Indonesia dengan total anggaran mencapai Rp11,92 triliun. Penyaluran dipastikan tidak akan ditunda lantaran dana telah tersedia dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bapanas per akhir Februari ini.
Setiap keluarga penerima manfaat dijadwalkan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng Minyakita untuk alokasi satu bulan. Mengingat distribusi dilakukan sekaligus untuk periode dua bulan, Bulog akan mengeluarkan stok cadangan pangan sebesar 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng.
Lima provinsi dengan alokasi terbesar dipusatkan di Pulau Jawa dan Sumatera Utara, dengan Jawa Barat memimpin jumlah penerima terbanyak yakni 6,09 juta jiwa.
"Bantuan pangan tidak ditunda. Ini sudah menjadi direktif Bapak Presiden, tentu harus dilaksanakan sesegera mungkin. Persiapan harus matang karena distribusinya banyak," tegas Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa.
Kelancaran stok minyak goreng saat ini bergantung pada pemenuhan Domestic Market Obligation (DMO) dari 73 produsen nasional. Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025, produsen diwajibkan menyalurkan minimal 35 persen dari realisasi DMO mereka kepada Bulog atau BUMN pangan lainnya sebagai distributor lini satu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


