peneliti usk ciptakan beton ramah gempa dari limbah cangkang sawit - News | Good News From Indonesia 2026

Peneliti USK Ciptakan Beton Ramah Gempa dari Limbah Cangkang Sawit

Peneliti USK Ciptakan Beton Ramah Gempa dari Limbah Cangkang Sawit
images info

Peneliti USK Ciptakan Beton Ramah Gempa dari Limbah Cangkang Sawit | Sumber: Wikipedia Commons @Wagino 20100516


Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia kembali melahirkan inovasi membanggakan. Kali ini, tim peneliti Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menyulap limbah cangkang sawit menjadi material beton ramah gempa yang luar biasa.

Inovasi ini menjadi angin segar bagi dunia konstruksi nasional, mengingat melimpahnya limbah sawit di Indonesia. Para peneliti melihat potensi besar di balik tumpukan cangkang yang selama ini belum terolah optimal.

Dilansir dari haisawit.co.id limbah yang melimpah di Aceh ini diolah menjadi agregat kasar untuk menggantikan kerikil konvensional. Hasil riset menunjukkan bahwa beton cangkang sawit memiliki bobot 20% hingga 25% lebih ringan, namun tetap memiliki kekuatan struktur yang kokoh.

Kelebihan utama beton ini bagi Kawan GNFI adalah ketahanannya terhadap guncangan gempa. Karena massanya lebih ringan, gaya inersia bangunan saat gempa menjadi lebih kecil sehingga meminimalisir risiko kerusakan fatal pada struktur bangunan.

Selain aman, inovasi dari USK ini mendukung prinsip ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Pemanfaatan limbah perkebunan tidak hanya membantu menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menekan biaya konstruksi di daerah-daerah terpencil.

Penggunaan beton hijau ini juga membantu menekan eksploitasi berlebihan terhadap penambangan batu alam. Dengan begitu, kelestarian lingkungan tetap terjaga sembari kita membangun negeri.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa riset lokal mampu memberikan solusi bagi tantangan geografis Indonesia. Mari kita terus dukung inovasi anak bangsa untuk mewujudkan infrastruktur nasional yang lebih kuat dan bersahabat dengan alam.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.