PT Hutama Karya dan Kementerian Pekerjaan Umum melakukan percepatan penanganan jalan pada ruas Tarutung-Sibolga yang terdampak bencana longsor. Jalur sepanjang 69 kilometer ini merupakan urat nadi logistik yang menghubungkan Tapanuli Utara dengan Kota Sibolga sehingga pemulihannya menjadi prioritas utama. Hingga saat ini akses jalan mulai terbuka secara bertahap sehingga masyarakat dapat kembali melintas meski masih dalam pengawasan tim darurat.
Proses pembersihan material longsoran dan pelebaran badan jalan dilakukan dengan mengerahkan 72 personel serta berbagai alat berat seperti ekskavator dan buldozer. Pekerjaan di lapangan juga mencakup pembukaan saluran air dan pemasangan rambu keselamatan di titik-titik rawan. Tim teknis melakukan penyelidikan tanah di ratusan titik untuk memetakan kondisi geologi sebagai landasan penanganan infrastruktur yang lebih permanen di masa mendatang.
"Pembukaan kembali akses menjadi langkah awal sebelum dilakukan penanganan yang lebih permanen agar infrastruktur jalan di Sumatera Utara semakin aman," ungkap Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah.
Kondisi cuaca dan lingkungan di wilayah perbukitan menjadi pertimbangan utama dalam pengaturan lalu lintas sementara guna menjamin keselamatan pengguna jalan. Selain memulihkan mobilitas harian, pembukaan jalur ini sangat krusial bagi kelancaran distribusi kebutuhan pokok di wilayah terdampak bencana.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


