Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk memulihkan sawah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.
Langkah ini dilakukan guna menjaga produksi pangan nasional dan memastikan petani tetap dapat berproduksi pascabencana.
“Sudah dianggarkan Pak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sekitar Rp5 triliun untuk itu,” ujar Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Sam Herodian.
Sam menjelaskan, anggaran rehabilitasi sawah tersebut disiapkan pemerintah pusat atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memulihkan lahan pertanian yang rusak.
Kementan menjadwalkan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak di Aceh pada Kamis (15/1) sebagai tanda dimulainya penanganan terpadu lintas wilayah.
“Jadi hari Kamis pagi acara di Aceh untuk groundbreaking, artinya start rehabilitasi lahan terdampak di tiga provinsi,” jelas Sam.
Penanganan serupa dilakukan serentak di Sumatera Utara dan Sumatera Barat dengan dukungan tim teknis Kementan.
Kementan menangani kerusakan ringan hingga sedang, sementara kerusakan berat dikoordinasikan bersama kementerian teknis lain.
“Kalau yang berat nanti PU, kalau sedang sampai ringan dari kami, termasuk sampai penanaman dan bantuan alsintan,” kata Sam.
Rehabilitasi mencakup pembentukan kembali lahan, perbaikan saluran irigasi, pendampingan tanam, dan bantuan alat mesin pertanian.
Pemerintah menargetkan pemulihan rampung pada musim tanam pertama agar petani tidak kehilangan kesempatan tanam dan ketahanan pangan tetap terjaga.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


