Volume pergerakan masyarakat pengguna transportasi berbasis rel di Indonesia mencatatkan pertumbuhan sepanjang awal tahun ini.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan akumulasi pelanggan seluruh lini layanan KAI Group pada periode Januari hingga April 2026 mencapai 172,3 juta orang, meningkat sebesar 9,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan jumlah pengguna moda transportasi massal ini merata di hampir semua sektor pelayanan.
Kontribusi terbesar masih didominasi oleh segmen angkutan perkotaan seperti Commuter Line dan LRT Jabodebek yang menjadi andalan pekerja urban sehari-hari.
Sementara itu, pertumbuhan tercepat justru dicatatkan oleh sektor penunjang wisata yang minat pemesanan layanannya melonjak hingga dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
"Kebutuhan masyarakat terhadap transportasi massal berkapasitas besar terus tumbuh seiring meluasnya kepadatan kawasan urban," ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, Kamis (14/5).
Pertumbuhan pergerakan transportasi ini tidak hanya berpusat di Pulau Jawa, melainkan mulai bergeser ke wilayah tengah dan timur Indonesia. Jalur perintis KA Makassar-Parepare di Sulawesi Selatan mencatatkan pertumbuhan penumpang sebesar 38,56 persen.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


