Gelaran seni budaya tahunan Merbabu Art Fest kembali hadir pada tahun 2026 dengan jangkauan yang lebih luas. Memasuki tahun keenam, festival yang bermula dari inisiatif warga Desa Sampetan ini kini melibatkan berbagai titik di Kabupaten Boyolali dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama hampir tiga bulan, mulai dari awal Juni hingga Agustus mendatang.
Transformasi festival ini menandai ambisi pemerintah daerah untuk mengangkat potensi lokal ke level nasional. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali, Budi Prasetya Ningsih, menjelaskan bahwa pada lima tahun pertama, kegiatan masih berpusat di wilayah Sampetan melalui Yayasan Merbabu Paku Nusantara. Namun, pada tahun ini skala acara diperbesar hingga merambah pusat kota Boyolali guna memperkuat daya tarik pariwisata daerah.
“Dari tahun pertama sampai kelima, kegiatan masih terpusat di wilayah Sampetan. Namun pada penyelenggaraan tahun keenam ini skalanya diperluas, tidak hanya di desa tetapi juga merambah pusat Kabupaten Boyolali. Harapannya ke depan bisa menjadi ikon event nasional,” ujar Budi Prasetya Ningsih.
Perayaan dimulai pada 4 Juni 2026 dengan prosesi niti tilas yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Boyolali. Agenda berlanjut pada 5 Juni dengan panggung pertunjukan di kawasan Simpang Siaga. Berbagai festival pendukung seperti Festival Soto, karnaval budaya, hingga Festival Tungguk Tembakau turut memeriahkan rangkaian acara yang menggabungkan unsur seni, budaya, dan pelestarian lingkungan melalui aksi penanaman pohon di lereng Gunung Merbabu.
“Harapannya tentu untuk kemajuan kebudayaan di Kabupaten Boyolali. Pariwisata budaya dan alam harus berjalan beriringan. Bahkan nanti juga ada kegiatan penanaman pohon di lereng Gunung Merbabu sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” jelasnya lebih lanjut.
Puncak festival dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026 di Stadion Pandanaran Boyolali. Acara penutupan tersebut rencananya akan dimeriahkan oleh penampilan sejumlah musisi ternama, termasuk Denny Caknan dan Niken Salindry, untuk menutup rangkaian perayaan seni budaya yang telah berlangsung selama hampir tiga bulan tersebut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


