Garuda Indonesia mengukuhkan posisinya di kancah internasional dengan masuk dalam daftar World’s Best Airlines 2026 versi Airline Ratings.
Maskapai pelat merah ini menempati peringkat ke-24 untuk kategori full-service airlines sekaligus menjadi satu-satunya maskapai asal Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut.
Pengakuan global tersebut didasarkan pada penilaian pengalaman pengguna, termasuk kualitas layanan selama penerbangan, makanan, hingga performa awak kabin.
Sepanjang kuartal I-2026, emiten berkode saham GIAA ini berhasil memangkas rugi bersih secara signifikan sebesar 39,23 persen secara tahunan menjadi sekitar 790,11 miliar rupiah.
"Pencapaian ini menjadi sinyal positif yang mencerminkan progres dari program transformasi kinerja perusahaan di tengah dinamika industri global," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan, Kamis (30/4).
Penyusutan angka kerugian tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan konsolidasian sebesar 5,36 persen menjadi 12,95 triliun rupiah. Peningkatan performa keuangan ini didorong oleh naiknya permintaan jumlah penumpang, perbaikan yield, serta efisiensi beban operasi maskapai.
Manajemen menekankan bahwa fokus transformasi ke depan tidak hanya menyasar aspek layanan fisik, tetapi juga digitalisasi sistem operasional secara berkelanjutan.
Laba operasi segmen Garuda Indonesia juga tercatat melesat tajam menjadi 49,13 juta dolar AS pada triwulan pertama tahun ini. Angka tersebut jauh melampaui capaian periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatatkan laba operasi sebesar 5,20 juta dolar AS.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


