Sistem tata kelola lingkungan berbasis kecerdasan buatan milik Kota Semarang berhasil menembus daftar 30 besar inisiatif terbaik pada ajang internasional Guangzhou Award 2026.
Inovasi bertajuk Artificial Intelligence Solusi Sampah tersebut diumumkan secara resmi dalam rangkaian kongres dunia perserikatan kota dan pemerintah daerah di Tangier, Maroko.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan pengakuan berskala global ini menjadi bukti nyata keseriusan seluruh elemen daerah dalam menghadirkan tata kelola digital yang responsif terhadap problem warga.
Pengembangan platform teknologi mutakhir ini diarahkan untuk memperkuat efektivitas pemantauan serta mempercepat penanganan volume limbah secara terintegrasi di wilayah perkotaan.
Panitia penyelenggara mencatat rekor partisipasi tertinggi sepanjang sejarah kompetisi dengan total pengajuan 381 proposal inovasi yang berasal dari 248 kota di 60 negara.
Keberhasilan lolos dari penilaian ketat komite teknik internasional menempatkan reputasi ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini sejajar dengan kota-kota besar dunia seperti Moskow, Wina, dan Bristol.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


