Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menandatangani tujuh perjanjian pemanfaatan lahan dengan lima investor swasta baru pada Januari 2026. Kerja sama ini mencakup pembangunan fasilitas kuliner, area komersial, perkantoran, dan pusat olahraga di kawasan inti pusat pemerintahan. Masuknya investasi ini merupakan langkah untuk membangun ekosistem aktivitas ekonomi dan sosial di luar gedung pemerintahan.
Pembangunan fisik dari proyek-proyek tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada pertengahan tahun 2026 setelah seluruh tahap perizinan tuntas. Keterlibatan sektor swasta diarahkan untuk mempercepat ketersediaan infrastruktur pendukung tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran negara.
"Saya ucapkan terima kasih dan saya yakin, kita yang akan menandatangani perjanjian kerja sama investasi hari ini akan segera melakukan pembangunan. Sampaikan juga berita ini ke rekan bisnis bapak-bapak sekalian, ayo berinvestasi ke IKN," ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono.
Lima perusahaan yang terlibat dalam investasi ini adalah PT Bahagia Bangunnusa, PT Rangga Ekapratama, PT Fajar Maju Berkarya Gilang, PT Batara Maduma Prospernusa, dan PT Haidir Griya Karya. Kehadiran fasilitas olahraga dan niaga ini juga ditargetkan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat di sekitar kawasan Nusantara.
Pihak Otorita menyatakan komitmen investor tetap terjaga meskipun terdapat tantangan teknis dan alam di lapangan. Penambahan fasilitas seperti restoran dan tempat olahraga ditujukan untuk mendukung fungsi kota bagi para pegawai negara dan warga yang akan bermukim di IKN.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


