PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) menerapkan rekayasa lalu lintas buka tutup secara situasional pada ruas Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) per Minggu, 22 Maret 2026.
Langkah ini diambil berdasarkan diskresi kepolisian guna mengurai kepadatan volume kendaraan yang mengarah ke Cikampek dan mencegah penumpukan di titik pertemuan dengan Tol Jakarta-Cikampek eksisting.
General Manager Operasi dan Pemeliharaan PT JJC, Desti Anggraeni, menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui ruas MBZ mencapai 76,43 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Lonjakan paling signifikan terjadi pada malam hari dengan kenaikan menembus angka 195,81 persen. Secara total, terdapat 80.351 kendaraan yang melintas di kedua arah pada periode Hari Raya Idulfitri tersebut.
Selain pengaturan akses masuk, pihak pengelola terus memantau kondisi lapangan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kecukupan bahan bakar dan kondisi fisik kendaraan, terutama saat menghadapi potensi perubahan cuaca seperti hujan yang dapat memengaruhi jarak pandang di atas jalan layang.
Akses masuk akan dibuka kembali secara normal setelah kepadatan lalu lintas dinilai terkendali oleh petugas.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


