Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sebesar 8,62 persen sepanjang kuartal I 2026.
Lonjakan kunjungan turis, terutama dari India, memperkuat posisi Bali sebagai pintu masuk utama bagi wisatawan internasional.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, total kunjungan wisman mencapai 3,44 juta kunjungan secara tahunan. Berdasarkan data kewarganegaraan, wisatawan asal Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar dengan pangsa 17,14 persen, diikuti oleh Australia sebesar 12,01 persen, dan Singapura sebanyak 9,45 persen.
Tercatat sebanyak 157.100 kunjungan warga India pada kuartal pertama tahun ini, di mana hampir 80 persen di antaranya masuk melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
“Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tetap menunjukkan tren positif, di mana Bali masih menjadi hub utama kedatangan wisatawan dari pasar India,” ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Senin (4/5).
Secara rata-rata, lama tinggal wisatawan mancanegara di Indonesia tercatat selama 10,84 malam. Adapun rata-rata pengeluaran setiap wisman per kunjungan mencapai 1.345,61 dolar AS, yang memberikan kontribusi penting bagi perputaran ekonomi di daerah tujuan wisata.
Di sisi lain, sektor pariwisata nasional juga mendapat dorongan kuat dari pergerakan wisatawan domestik atau nusantara.
Jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada kuartal I 2026 mencapai 319,51 juta perjalanan, tumbuh sebesar 13,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


