PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya keselamatan sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), KAI menyalurkan beasiswa tabungan pendidikan senilai Rp300 juta kepada lima anak yang kehilangan orang tua akibat musibah tersebut.
Selain bantuan pendidikan, KAI juga terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan operasional melalui penguatan manajemen keselamatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta perbaikan proses secara berkelanjutan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
“Keselamatan merupakan tanggung jawab yang harus dijaga setiap saat. Kami menyampaikan empati yang mendalam kepada seluruh keluarga yang terdampak dan akan terus melakukan perbaikan agar layanan kereta api semakin aman dan andal bagi masyarakat,” tutup Anne.
KAI berharap bantuan pendidikan tersebut dapat mengurangi beban ekonomi keluarga sekaligus memastikan anak-anak penerima manfaat tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


