Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan penyelenggaraan kembali agenda ikonik Wayang Jogja Night Carnival pada 2026 ini. Acara ini sempat terhenti mendadak tahun lalu akibat kebijakan efisiensi anggaran daerah.
Kegiatan berlangsung selama satu pekan sebagai bagian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Yogyakarta. Berbeda dari edisi sebelumnya, festival tahun ini tidak hanya berupa karnaval jalanan. Seluruh rangkaian acara akan dikemas dalam festival budaya selama satu bulan penuh.
Konsep pertunjukan jalanan tetap memadukan seni tari, musik, dan busana pewayangan dengan kreativitas kontemporer. Sebanyak 14 kemantren di Yogyakarta dijadwalkan berpartisipasi menampilkan berbagai cerita pewayangan unik. Penyelenggara juga menekankan tata cahaya untuk memperkuat identitas budaya kota.
Sejak rutin digelar mulai 2016, festival ini mendapatkan pengakuan luas di tingkat nasional. Acara ini sempat masuk Top 110 Karisma Event Nusantara selama tiga tahun berturut-turut. Prestasi tersebut menunjukkan konsistensi kualitas pementasan seni yang dilakukan pemerintah setempat.
Peringkat festival naik ke posisi Top 10 Karisma Event Nusantara pada periode 2024 hingga 2025. Capaian nasional ini memotivasi pemerintah untuk terus meningkatkan standar penyelenggaraan. Otoritas berharap agenda ini tetap menjadi pertunjukan kesenian utama di Indonesia.
Persiapan saat ini difokuskan pada penyusunan rangkaian besar yang melibatkan berbagai sektor perdagangan. Selain karnaval puncak, kegiatan komunitas juga akan mengisi kalender wisata sepanjang bulan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


