Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan mandat kepada PT MRT Jakarta untuk membangun dek pejalan kaki strategis di kawasan simpang Sudirman dan Dukuh Atas. Proyek ini dirancang untuk menyambungkan empat area utama yang selama ini tidak terhubung secara langsung sehingga menyulitkan akses perpindahan penumpang antar-moda. Rencana peletakan batu pertama atau groundbreaking ditargetkan dapat terlaksana pada Mei atau Juni 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan transportasi publik di pusat kota.
Pembangunan infrastruktur ini menjadi solusi atas terputusnya akses fisik bagi masyarakat yang berpindah dari LRT Jabodebek, KRL, maupun Transjakarta menuju stasiun MRT. Saat ini, tim teknis sedang mempercepat proses desain dan pengujian tanah di lapangan guna memastikan keamanan struktur bangunan. Keberadaan jalur integrasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan jumlah penumpang transportasi umum karena menawarkan kemudahan aksesibilitas tanpa sekat bagi setiap pejalan kaki.
"Kami membangun satu pedestrian deck untuk publik untuk menyatukan empat kuadran yang saat ini tidak tersambung. Insyaallah pertengahan tahun ini kita lakukan groundbreaking. Desain kita percepat dan soil test kita lakukan," ujar Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat.
Nantinya, masyarakat yang datang dari arah Blora maupun Jalan Galunggung akan memiliki jalur yang terhubung secara utuh menuju berbagai titik transportasi di sekitarnya. Integrasi fisik ini dipandang krusial untuk menciptakan ekosistem mobilitas perkotaan yang lebih tertata dan nyaman bagi warga.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


