Indonesia secara resmi memulai ekspor beras merek BeFood Nusantara sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi pada Rabu (4/3/2026).
Pengiriman yang dilepas dari Gudang Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta & Banten ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sekitar 215.000 jemaah haji Indonesia selama di tanah suci. Langkah ini juga menjadi strategi promosi nasional untuk memperkenalkan kualitas komoditas pangan Indonesia di pasar internasional.
Beras yang dikirimkan masuk dalam kategori super premium dengan spesifikasi teknis yang sangat ketat. Perum Bulog memastikan tingkat pecahan beras ini berada di angka 4%, jauh di bawah standar beras premium biasa yang umumnya mencapai 15%.
Selain itu, beras tersebut dipastikan berasal dari hasil panen baru petani lokal, bukan merupakan stok lama dari gudang, guna menjamin rasa dan kualitas terbaik saat dikonsumsi para jemaah.
“Tujuan sekarang ini adalah promosi. Kita berikan yang terbaik dengan harga murah agar orang tertarik menggunakan beras Indonesia ke depan,” ujar Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.
Potensi pasar di Arab Saudi dinilai sangat menjanjikan dengan adanya hampir 2 juta jemaah umrah setiap tahunnya di luar musim haji. Meskipun pengiriman saat ini masih mendapatkan dukungan subsidi sebagai bagian dari skema pelayanan jemaah, pemerintah menargetkan transisi ke konsep komersial penuh di masa mendatang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


