Harga logam mulia Antam diprediksi menyentuh level Rp2,7 juta per gram pada akhir pekan depan. Kenaikan harga emas ini dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik global di Timur Tengah dan Eropa yang mendorong investor beralih ke aset aman atau safe haven. Kondisi dunia yang tidak menentu membuat permintaan terhadap instrumen investasi yang stabil melonjak drastis.
Eskalasi konflik di Iran serta belum tercapainya perdamaian antara Rusia dan Ukraina di Eropa Timur menjadi faktor utama penggerak harga komoditas global. Ketidakpastian keamanan internasional ini menyebabkan para investor mengalihkan kekayaan mereka dari mata uang kertas guna menjaga nilai aset.
"Logam Mulianya kemungkinan akan tembus di Rp2.700.000 ya kemungkinan di akhir pekan," ungkap pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi.
Di sisi lain, menguatnya dolar AS akibat gejolak global memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang. Nilai tukar rupiah diperkirakan melemah hingga mendekati level Rp16.900 per dolar AS karena terjadinya aliran modal keluar atau capital outflow. Pelemahan nilai tukar ini menjadi tantangan bagi sektor industri dalam negeri yang memiliki ketergantungan pada komponen impor.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


