Festival Rontek Pacitan 2026 kembali digelar pada 17–19 Juli 2026 di Alun-Alun Pacitan hingga sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Masuk dalam jajaran Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, festival ini menjadi salah satu agenda budaya yang tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menjadi upaya pelestarian warisan budaya sekaligus penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Festival Rontek berawal dari tradisi Rontek Gugah Sahur, kebiasaan masyarakat Pacitan berkeliling kampung pada malam hari selama bulan Ramadan untuk membangunkan warga agar bersiap santap sahur. Tradisi tersebut dilakukan dengan memainkan alat musik sederhana yang terbuat dari bambu, dikenal sebagai Ronda Thethek (rontek).
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2011, Festival Rontek terus mengalami perkembangan. Festival Rontek Pacitan kini telah bertransformasi menjadi perhelatan budaya tahunan yang memadukan musik rontek, tari tradisional, dan musik tradisional.
Penyelenggaraan Festival Rontek Pacitan 2026 hadir dengan konsep yang semakin meriah. Selain parade puluhan kelompok rontek dari berbagai kecamatan, festival juga dimeriahkan oleh Gelar Produk Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan lokal.
Selama tiga hari pelaksanaan, penampilan peserta dibagi berdasarkan kategori pelajar dan perwakilan kecamatan. 17 Juli menampilkan perwakilan tingkat SMP serta peserta dari Kecamatan Kebonagung, Tegalombo, Ngadirojo, dan Pacitan. 18 Juli diisi penampilan perwakilan SMK, MA, serta peserta dari Kecamatan Nawangan, Tulakan, Sudimoro, dan Arjosari. Sementara 19 Juli menjadi puncak festival dengan penampilan perwakilan SMA, SRMA, serta peserta dari Kecamatan Pringkuku, Punung, Bandar, dan Donorojo.
Dengan berbagai kegiatan dan hiburan yang ditawarkan, festival ini bisa menjadi salah satu perhelatan budaya yang dapat dikunjungi oleh Kawan GNFI!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


