Kabupaten Demak bersiap menyelenggarakan Festival Megengan dan Kirab Budaya dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Perhelatan tradisi tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, berpusat di kawasan Alun-alun depan Masjid Agung Demak, Jawa Tengah.
Kepala Dinas Pariwisata Demak, Endah Cahyarini, menjelaskan bahwa pelaksanaan festival dimajukan satu hari dari jadwal semula yang direncanakan pada 18 Februari. Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan agenda pemerintah pusat dalam pelaksanaan rukyatul hilal penetapan 1 Ramadan 1447 H.
"Kami menyesuaikan dengan jadwal rukyatul hilal Pemerintah RI dan arahan Ibu Bupati, sehingga Megengan diajukan ke tanggal 17," ujar Endah, Jumat (13/2/2026).
Rangkaian acara akan dimulai pukul 13.00 WIB dengan titik awal di depan Pendopo Kabupaten menuju Alun-alun, dan berakhir di depan gedung Tourist Information Center (TIC) parkiran Masjid Agung Demak. Kirab budaya ini akan melibatkan lebih dari 500 peserta dari sembilan kontingen, serta dimeriahkan oleh kesenian Barongan Kusumojoyo dari Kecamatan Bonang.
Salah satu daya tarik utama dalam festival kali ini adalah upaya pemecahan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Pemkab Demak menargetkan catatan rekor untuk sajian sate keong terbanyak dengan jumlah mencapai 10.000 tusuk. Kuliner khas yang disajikan dengan bumbu kacang tersebut nantinya dapat dinikmati oleh para pengunjung dan peserta festival secara gratis selama persediaan masih ada.
Sate keong merupakan hidangan tradisional ikonik yang selalu hadir dalam perayaan Megengan di Kota Wali sejak masa lampau. Bagi pengunjung yang tidak mendapatkan jatah rekor MURI, kuliner ini tetap dapat dijumpai di berbagai lapak pedagang di sekitar lokasi acara dengan harga terjangkau, biasanya disajikan sebagai pelengkap lontong pecel maupun lontong lodeh.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


