Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menilai bahwa minat baca anak-anak dan remaja di Indonesia sebenarnya masih tergolong tinggi.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Badan Bahasa Kemendikdasmen, Ganjar Harimansyah, di Stasiun Gambir, Rabu (18/3/2026). Menurutnya, tantangan utama saat ini bukanlah kurangnya minat, melainkan bagaimana menciptakan lingkungan yang nyaman agar membaca terasa sebagai kegiatan yang menyenangkan.
Guna mendukung hal tersebut, pemerintah kembali menyelenggarakan program "Mudik Asyik Baca Buku" yang kini memasuki tahun keenam sejak dimulai pada 2019.
Program ini tersebar di sembilan titik keberangkatan mudik utama, termasuk Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Terminal Kalideres, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gebang, Bandara Halim Perdana Kusuma, hingga Pelabuhan Tanjung Priok.
Melalui program ini, pemudik bisa mendapatkan buku fisik secara gratis dengan cara mengunjungi gerai, mengisi formulir, dan memilih buku yang disukai untuk dibawa pulang.
Tak hanya buku fisik, pemerintah juga menyediakan ribuan koleksi buku digital yang bisa diunduh gratis melalui laman budi.kemendikdasmen.go.id serta buku-buku terjemahan bahasa asing dan daerah di situs resmi penerjemah Kemendikdasmen.
Langkah ini diharapkan dapat membantu anak-anak menjadi lebih produktif selama waktu tunggu di terminal atau stasiun maupun selama perjalanan panjang menuju kampung halaman.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


