US Cremonese yang diperkuat penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero, sedang dalam kondisi sulit. Meski demikian, Emil tetap optimistis dan siap membawa timnya bangkit.
Asa Cremonese untuk menjauh dari ancaman degradasi kembali menemui jalan buntu setelah dipaksa menyerah 0-2 oleh raksasa Italia, AC Milan. Bertanding di hadapan pendukung sendiri di Stadion Giovanni Zini pada Minggu (1/3/2026),
Pertahanan solid yang digalang I Grigiorossi akhirnya runtuh dalam waktu yang sangat singkat di menit-menit akhir pertandingan. Gawang Emil Audero harus kebobolan dua kali melalui aksi Strahinja Pavlovic dan Rafael Leao yang hanya berselisih empat menit.
Hasil ini memperburuk catatan merah mereka yang kini belum meraih satu pun kemenangan dalam 13 laga terakhir di Serie A, sekaligus menahan posisi klub di peringkat ke-17 klasemen sementara.
Emil mengakui bahwa situasi tim saat ini memang sedang tidak ideal, namun ia menolak untuk menyerah pada keadaan. Emil menegaskan bahwa komunikasi antarperain terus dijalin guna membangkitkan mentalitas skuad di sisa kompetisi.
"Kami sudah berbicara, ada keinginan dari semua orang untuk bangkit dan kami tidak mendramatisasi keadaan. Jadwal pertandingan memang tidak menguntungkan kami dan di saat yang sama kami tidak bermain dengan begitu baik," ujar Emil.
Ia pun menyerukan kepada seluruh rekan setimnya untuk menghadapi sisa dua bulan kompetisi yang akan menjadi periode penentu nasib klub di kasta tertinggi. Menurutnya, potensi untuk bertahan di Serie A masih terbuka lebar.
"Sekarang ada dua bulan ke depan yang menanti, kami semua harus fokus untuk bersatu dan melihat sisi positifnya, karena kami memiliki segala hal yang dibutuhkan untuk mencapai target kami," tegasnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


