Pemerintah melalui sinergi kementerian dan lembaga resmi menyalurkan bantuan stimulan untuk perbaikan rumah warga yang terdampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh.
Penyerahan bantuan ini dilakukan secara serentak di 24 kabupaten/kota untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pemukiman. Bantuan difokuskan pada kategori Rumah Rusak Ringan (RR) dan Rusak Sedang (RS) sehingga masyarakat dapat segera memulai rehabilitasi hunian mereka secara mandiri.
Kasatgaswil Aceh, Safrizal ZA, menjelaskan bahwa penyaluran ini dipimpin secara terpusat oleh Menteri Koordinator Bidang PMK, Pratikno, serta Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa warga yang kehilangan kelayakan tempat tinggal mendapatkan dukungan finansial yang cukup untuk melakukan perbaikan fungsional bangunan.
Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan penerimaan bantuan terbesar mengingat dampak kerusakan yang paling parah, dengan total alokasi mencapai Rp 112,5 miliar untuk 5.158 kepala keluarga.
Di wilayah lain seperti Aceh Timur, pemerintah juga menggelontorkan dana sebesar Rp 118,9 miliar. Distribusi bantuan melibatkan berbagai unsur mulai dari BNPB, Kemendagri, hingga BPI Danantara guna memastikan transparansi dan ketepatan data penerima manfaat di lapangan.
Pemberian dana stimulan ini diharapkan mampu menggerakkan kembali aktivitas ekonomi lokal melalui kegiatan konstruksi dan perbaikan rumah.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


