Filipina dipastikan bergabung dalam proyek jaringan listrik lintas negara, Trans Borneo Power Grid, guna memperkuat konektivitas energi di kawasan Asia Tenggara.
Kesepakatan ini muncul setelah adanya pembicaraan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 yang berlangsung di Cebu, Filipina. Bergabungnya Filipina memperluas cakupan kerja sama kelistrikan yang sebelumnya telah dirintis oleh Indonesia dan Malaysia.
Integrasi jaringan ini bertujuan untuk menciptakan distribusi energi yang lebih efisien di wilayah Pulau Kalimantan, yang secara geografis ditempati oleh tiga negara: Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Kehadiran Filipina dalam kemitraan ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi pembangunan infrastruktur energi regional serta memfasilitasi pertukaran beban listrik antar-negara secara lebih dinamis.
“Komunikasi bilateral terus kami lakukan, khususnya mengenai power grid. Saat ini jaringan antara Indonesia-Malaysia sudah terbangun, dan sebentar lagi Filipina akan masuk memperkuat proyek Trans Borneo Power Grid ini,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Senin (11/5).
Selain interkoneksi fisik, proyek ini juga difokuskan pada pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Kawasan Borneo dinilai memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari tenaga air, tenaga surya, hingga tenaga angin.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


