Pulau Bawean yang berlokasi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur dihuni oleh hewan endemik yang dikenal dengan nama babi kutil Bawean. Disebut babi kutil karena terdapat daging menyerupai kutil yang tumbuh di area wajahnya.
Pada malam hari, babi kutil Bawean aktif mencari makan. Terutama saat musim panen tiba, hewan ini akan turun ke kebun hingga permukiman warga. Aktivitas tersebut bisa terjadi hampir tiga kali dalam sehari dan meresahkan masyarakat.
Oleh karena itu, masyarakat menganggap babi kutil Bawean sebagai hama bagi ladangnya. Padahal, hewan endemik Pulau Bawean ini tergolong ke dalam kategori terancam punah atau endangered.
Berdasarkan informasi dari situs BBKSDA Jawa Timur, masyarakat yang menganggap babi kutil Bawean sebagai hama melakukan beberapa cara untuk mengusir hewan ini agar tidak merusak tanaman. Cara tersebut paling banyak dilakukan dengan perburuan babi.
Jika hal ini terus dilakukan, dikhawatirkan keberadaan satwa ini akan semakin terancam. Mengingat babi kutil Bawean merupakan salah jenis babi paling langka di dunia.
Hewan ini awalnya merupakan subjenis dari babi kutil Jawa. Kemudian pada tahun 2011, babi kutil Bawean ditetapkan menjadi jenis yang berbeda. Babi kutil Bawean memiliki peran penting di alam antara lain sebagai penggembur tanah dan penyebar biji-bijian tanaman hutan khususnya di Pulau Bawean.
Diperlukan kebijakan yang berkelanjutan dari pemerintah serta melibatkan masyarakat dan pihak-pihak lainnya agar keberadaan satwa endemik Pulau Bawean ini tidak semakin tergerus.
Menjaga populasi babi kutil Bawean juga menjadi salah satu upaya dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem Pulau Bawean.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


