Pemerintah menargetkan total anggaran program insentif selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026 mencapai sekitar Rp13 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan paket kebijakan tersebut disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi lonjakan mobilitas saat mudik Lebaran.
“Kisarannya Rp13 triliun,” ujar Airlangga, dikutip dari Antara.
Airlangga menjelaskan, paket insentif Lebaran 2026 mencakup diskon tarif transportasi, diskon tarif tol, serta bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng Minyakita.
Ia menambahkan, skema dan besaran insentif tahun ini diperkirakan lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.
“Seperti sebelumnya, kemudian mungkin jumlahnya akan lebih banyak, akan lebih besar,” katanya. Pemerintah juga masih menyiapkan sejumlah insentif tambahan yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Sebagai rujukan, kebijakan diskon transportasi yang diterapkan pada periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026 dinilai efektif mendorong mobilitas dan aktivitas ekonomi.
Di sektor kereta api, realisasi penumpang mencapai 1,7 juta orang atau 112,6 persen dari target. Angkutan laut PELNI mencatat lebih dari 406 ribu penumpang, sementara ASDP merealisasikan sekitar 206 ribu penumpang dan 465 ribu kendaraan.
Di sektor penerbangan, insentif PPN ditanggung pemerintah menurunkan harga tiket sekitar 13–14 persen dengan realisasi penumpang mencapai 104,2 persen dari target.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


