Enam perguruan tinggi di Indonesia resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan keamanan siber asal Rusia, Positive Technologies.
Kemitraan strategis yang disepakati dalam ajang Kazan Forum 2026 di Rusia ini bertujuan untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi pertahanan siber nasional.
Enam institusi pendidikan yang terlibat meliputi Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Brawijaya (UB), Politeknik Manufaktur Bandung (Polman), Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Darul Ma’arif (UDM).
Kerja sama ini berfokus pada pelatihan bagi para dosen, pengembangan kurikulum pembuatan perangkat lunak yang aman, serta pembangunan laboratorium praktik digital langsung di lingkungan kampus.
Selain itu, para pihak juga akan menerapkan platform EdTechLab di kampus-kampus tersebut untuk melatih para calon profesional siber agar menguasai teknik penangkalan serangan digital, termasuk menghadapi ancaman peretasan tingkat tinggi kelompok advanced persistent threat (APT).
Berdasarkan data berkala dari laporan industri siber, Indonesia saat ini menjadi salah satu target utama serangan digital di kawasan regional dengan menyumbang sekitar 40 persen dari seluruh kasus kebocoran data yang terjadi di Asia Tenggara.
Melalui program kemitraan ini, para mahasiswa dari enam universitas tersebut juga mendapatkan akses untuk terlibat langsung dalam ajang Positive Hack Camp 2026.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


