Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memaparkan rangkaian stimulus komprehensif yang dirancang khusus untuk memastikan daya beli masyarakat tetap kuat selama momentum Ramadhan dan Idulfitri 2026
Tujuannya adalah menggerakkan roda konsumsi domestik sebagai motor pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026, dengan target pertumbuhan ambisius di angka 5,5%.
Ujung tombak strategi ini adalah penyelenggaraan Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) yang berlangsung sepanjang Maret 2026. Dengan target transaksi mencapai Rp53 triliun, program ini menggerakkan ekosistem ritel besar-besaran, mulai dari 400 pusat perbelanjaan hingga 80.000 gerai fisik yang menyajikan diskon hingga 80%.
"Kami berharap program ini terus meningkatkan konsumsi dalam negeri agar momentum pertumbuhan di kuartal pertama ini lebih tinggi dari tahun lalu," ujar Airlangga Hartarto.
Selain stimulus sektor ritel, pemerintah memperkuat daya beli melalui jalur proteksi sosial dan ketenagakerjaan. Dana sebesar Rp11,92 triliun dikucurkan dalam bentuk bantuan pangan bagi 35 juta keluarga berpendapatan rendah guna meredam dampak kenaikan harga kebutuhan pokok.
Di sisi lain, kepastian penyaluran THR tepat waktu dan pemberian Bonus Hari Raya (BHR) senilai total Rp220 miliar bagi pengemudi ojek daring menjadi instrumen penting untuk menyuntikkan dana segar langsung ke dompet masyarakat.
Pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan diskon tarif transportasi mudik. Strategi ini bukan hanya soal mobilitas, melainkan upaya sadar untuk mendistribusikan perputaran uang dari kota besar ke berbagai daerah di Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


