Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto meninjau langsung huntara yang telah dihuni warga pada Kamis (26/2). Lokasi yang dikunjungi antara lain berada di Kecamatan Simpang Ulim, Banda Alam, dan Idi Rayeuk.
Pembangunan huntara bagi warga terdampak bencana di Aceh Timur terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Rabu (25/2), sebanyak 1.503 unit huntara insitu yang dibangun BNPB telah selesai 100 persen.
Huntara tersebut merupakan bagian dari total 2.437 unit huntara yang ditangani BNPB. Selain unit yang telah selesai, sebanyak 243 unit masih dalam tahap penyelesaian dengan progres di atas 50 persen, sementara 691 unit lainnya masih di bawah 50 persen.
BNPB terus memantau dan mendampingi proses pembangunan agar warga dapat segera menempati hunian sementara. Huntara insitu dibangun di lokasi yang sama dengan rumah warga yang rusak akibat bencana.
Secara keseluruhan, jumlah huntara yang telah atau siap dihuni mencapai 1.722 unit. Rinciannya, 1.503 unit huntara insitu yang dibangun BNPB dan 219 unit huntara komunal atau 44 kopel yang dibangun bersama berbagai pihak.
Sebaran huntara insitu terbanyak berada di Kecamatan Pante Bidari sebanyak 941 unit, sedangkan paling sedikit di Kecamatan Indra Makmur sebanyak 2 unit.
Selain pembangunan huntara, BNPB juga menyalurkan skema bantuan lain berupa Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga dengan rumah rusak berat. Tercatat sebanyak 432 kepala keluarga memilih skema tersebut. Dari jumlah itu, 373 rekening penerima telah terbit dan penyaluran buku rekening masih terus dilakukan.
BNPB memastikan percepatan penyediaan hunian sementara menjadi prioritas agar masyarakat terdampak dapat segera mendapatkan tempat tinggal yang layak selama masa pemulihan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


