kapan 10 hari terakhir ramadan 2026 ini penjelasan dan keutamaannya - News | Good News From Indonesia 2026

Kapan 10 Hari Terakhir Ramadan 2026? Ini Penjelasan dan Keutamaannya

Kapan 10 Hari Terakhir Ramadan 2026? Ini Penjelasan dan Keutamaannya
images info

Kapan 10 Hari Terakhir Ramadan 2026? Ini Penjelasan dan Keutamaannya | Pexels | Yasir Gürbüz


Bulan Ramadan selalu memiliki fase yang sangat dinantikan oleh umat Islam, yaitu 10 hari terakhir Ramadan. Momen ini dianggap sebagai waktu yang paling istimewa karena di dalamnya terdapat malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar.

Saat ini kita sudah hampir memasuki malam-malam terakhir bulan Ramadan. Maka dari itu, Kawan GNFI, mari kita lihat kapan dimulainya 10 hari terakhir Ramadan tahun 2026 dan amalan apa saja yang dapat dilakukan pada momen istimewa ini.

Kapan 10 Hari Terakhir Ramadan 2026?

Sepuluh hari terakhir Ramadan dimulai pada tanggal 21 Ramadan hingga 30 Ramadan. Jika merujuk pada penetapan 1 Ramadan oleh Kementerian Agama, 1 Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan demikian, 10 hari terakhir Ramadan akan jatuh pada Rabu, 11 Maret hingga Sabtu, 20 Maret 2026.

Waktu ini menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam karena diyakini sebagai waktu terbaik untuk meningkatkan ibadah. Banyak muslim yang memanfaatkan hari-hari tersebut untuk lebih fokus beribadah, memperbanyak doa, serta melakukan berbagai amalan kebaikan.

Mengapa 10 Hari Terakhir Ramadan Sangat Penting?

Sepuluh hari terakhir Ramadan memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Salah satu alasannya karena pada waktu ini terdapat malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Dalam Surah Al-Qadr ayat 3 dijelaskan bahwa malam Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki pahala yang sangat besar, bahkan nilainya lebih baik dibandingkan ibadah selama lebih dari 83 tahun. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Anjuran ini juga dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Mengutip dari laman kemenag.go.id, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersungguh-sungguh dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan melebihi malam-malam lainnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa waktu tersebut merupakan momen yang sangat berharga untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

baca juga

Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar

Melansir dari CNN Indonesia tanggal pasti terjadinya malam Lailatul Qadar tidak pernah dijelaskan secara spesifik oleh Rasulullah SAW. Namun, beliau memberikan gambaran waktu agar umat Islam dapat mencarinya pada malam-malam tertentu di penghujung Ramadan.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Carilah Lailatul Qadar itu pada tanggal ganjil dari sepuluh terakhir pada bulan Ramadan.” (HR. Bukhari).

Berdasarkan hadis tersebut, para ulama kemudian menafsirkan bahwa Lailatul Qadar berpeluang terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.

Ibadah yang Dapat Dilakukan 

Karena 10 hari terakhir Ramadan merupakan momen yang penting, yang mana Muslim juga dianjurkan untuk kualitas ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan. Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan oleh Kawan GNFI untuk meraih malam Lailatul Qadar.

Salat Malam

Umat Islam dianjurkan memperbanyak salat malam seperti tarawih dan tahajud. Ibadah ini dilakukan setelah salat Isya hingga menjelang sahur sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Membaca Al-Qur’an

Sepuluh malam terakhir Ramadan sering dimanfaatkan untuk memperbanyak tilawah Al-Qur’an. Banyak umat Islam juga berusaha mengkhatamkan Al-Qur’an pada periode ini.

baca juga

Zikir dan Doa

Selain salat, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir, istigfar, serta memanjatkan doa kepada Allah SWT.

I’tikaf

I’tikaf dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah. Selama i’tikaf, umat Islam biasanya memperbanyak salat, membaca Al-Qur’an, dan berzikir.

Sedekah

Berbagi kepada sesama juga menjadi amalan yang dianjurkan. Sedekah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti membantu orang yang membutuhkan atau memberikan makanan kepada orang lain.

Dengan memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadan untuk beribadah secara maksimal, semoga Kawan GNFI dapat meraih keberkahan Lailatul Qadar sekaligus menutup bulan suci Ramadan dengan sebaik-baiknya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Amanda Jingga Rambadani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Amanda Jingga Rambadani.

AJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.