doa buka puasa ramadhan bacaan arab latin arti dan versi sahih menurut sunnah - News | Good News From Indonesia 2026

Doa Buka Puasa Ramadhan: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Versi Sahih Menurut Sunnah

Doa Buka Puasa Ramadhan: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Versi Sahih Menurut Sunnah
images info

Doa Buka Puasa Ramadhan: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Versi Sahih Menurut Sunnah | Photo by Gül Işık via Pexels


Bulan Ramadhan adalah momen yang penuh keberkahan, di mana setiap detik waktu puasa kita bernilai ibadah.

Salah satu waktu yang paling istimewa adalah saat berbuka puasa. Waktu ini dikenal sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa, di mana doa seorang hamba yang berpuasa tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Oleh karena itu, memanjatkan doa dengan kesungguhan adalah cara terbaik untuk mengakhiri ibadah puasa kita seharian penuh.

Bacaan Doa Buka Puasa yang Populer di Indonesia

​Di Indonesia, terdapat satu bacaan doa yang sangat akrab di telinga masyarakat dan sering dikumandangkan di berbagai media.

Teks Arab:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Teks Latin:

Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika aftartu.

Terjemahan:

"Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka.”

Doa ini telah digunakan secara luas oleh masyarakat lintas generasi. Berdasarkan konteks fatwa MUI, penggunaan doa ini diperbolehkan karena maknanya yang baik dan selaras dengan rasa syukur seorang hamba atas rezeki berbuka yang diberikan oleh Sang Pencipta.

Doa Buka Puasa Sesuai Sunnah (Hadis Sahih Abu Daud)

Bagi umat Muslim yang ingin mengamalkan doa yang memiliki sandaran riwayat kuat, terdapat teks doa yang berdasarkan Hadits Shahih riwayat Abu Daud.

Teks Arab: 

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Teks Latin: 

Dzahabaz zhoma'u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in syaa Allah.

Terjemahan: 

"Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah.”

Doa ini dianggap paling kuat sanadnya dalam perspektif ilmu hadis. Dalam konteks Muhammadiyah atau Lazismu, doa inilah yang sering ditekankan untuk diamalkan karena tingkat kesahihannya yang tinggi, memberikan ketenangan bagi umat dalam menjalankan ibadah sesuai tuntunan Nabi SAW.

Perbandingan Doa Berbuka Puasa

Daftar Perbedaan

Doa Populer (Masyarakat Umum)

Doa Sesuai Sunnah (Shahih)

Teks Arab

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ 

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Teks Latin

Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizaika afthartu

Dzahabaz zhoma'u wabtallatil uruqu wa tsabatal airu in syaa Allah

Arti Singkat

Ya Allah. untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezekiMu aku berbuka

Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat. dar telah tetap pahala.

Sumber/Konteks

Digunakan luas di masyarakat (konteks MUI)

Hadits Shahih Riwayat Abu Daud (konteks Muhammadiyah/Lazismu).

Waktu Baca

Umumnya dibaca saat akan berbuka

Dibaca sesudah membatalkan puasa (minum/makan)

 

Variasi Doa Buka Puasa Lainnya Berdasarkan Perspektif Ulama

​Selain dua doa utama di atas, para ulama juga merujuk pada beberapa riwayat lain yang dapat diamalkan untuk memperkaya kualitas ibadah. Berdasarkan referensi dari MUI, terdapat setidaknya 5 opsi doa atau tambahan zikir saat berbuka yang bersumber dari berbagai riwayat sahabat, seperti doa yang memohon rahmat Allah yang meliputi segala sesuatu. Keragaman ini menunjukkan kekayaan khazanah Islam dalam menyambut waktu berbuka.

Tata Cara dan Waktu Terbaik Membaca Doa Buka Puasa

Satu hal yang sering menjadi pertanyaan adalah: kapan doa ini dibaca? Untuk meluruskan persepsi umum, doa buka puasa (khususnya yang merujuk pada Dzahabazh zhoma'u) secara maknawi dibaca setelah kita membatalkan puasa dengan minum atau makan sedikit. Hal ini dikarenakan arti dari doa tersebut adalah "Telah hilang rasa haus", yang mana rasa haus baru benar-benar hilang setelah air menyentuh tenggorokan.

Adab Berbuka Puasa Sesuai Tuntunan Nabi SAW

Agar keberkahan berbuka semakin sempurna, ikutilah adab berikut:

  • Menyegerakan Berbuka: Begitu waktu Magrib tiba, disunnahkan untuk segera membatalkan puasa tanpa menunda-nunda. Hal ini merupakan bentuk ketaatan dan pembeda umat Islam dalam menjalankan ibadah.
  • ​Berbuka dengan Kurma atau Air Putih: Rasulullah SAW terbiasa berbuka dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada maka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada keduanya, beliau meminum seteguk air putih. Ini adalah pilihan terbaik untuk memulihkan energi tubuh secara bertahap.
  • ​Membaca Basmalah Sebelum Makan: Mulailah prosesi berbuka dengan membaca "Bismillah" sebelum menyentuh makanan atau minuman sebagai bentuk zikir dan permohonan keberkahan.
  • ​Berdoa di Waktu Mustajab: Saat menjelang dan ketika berbuka adalah waktu di mana doa tidak akan ditolak. Gunakan kesempatan ini untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat, baik menggunakan doa populer maupun doa yang sahih.
  • ​Tidak Berlebih-lebihan: Meskipun sudah menahan lapar seharian, Islam mengajarkan untuk tetap bersikap moderat. Hindari makan secara berlebihan (israf) agar tubuh tetap ringan untuk melaksanakan ibadah salat Magrib dan Tarawih.
  • ​Mendoakan Orang yang Memberi Makan: Jika Anda berbuka di rumah orang lain, disunnahkan untuk mendoakan keberkahan bagi tuan rumah yang telah menyediakan hidangan berbuka.

Beribadah dalam Islam memiliki keluwesan yang indah. Baik Anda membaca doa yang populer di masyarakat maupun doa dari riwayat yang sahih, intinya adalah wujud syukur kepada Allah. Namun, mengutamakan bacaan yang paling mendekati sunnah tentu memberikan keutamaan tersendiri dalam menyempurnakan pahala puasa kita.

Pertanyaan Seputar Doa Buka Puasa Ramadhan

​1. Manakah doa yang lebih utama, Allahumma laka shumtu atau Dzahabaz zhama’u?

Keduanya memiliki nilai kebaikan. Doa Allahumma laka shumtu sangat populer di masyarakat dan secara makna diizinkan oleh MUI karena mengandung rasa syukur. Namun, doa Dzahabaz zama'u dianggap lebih utama bagi yang ingin mengikuti sunnah secara persis karena memiliki sanad hadis yang kuat (Sahih Abu Daud).

​2. Kapan waktu yang tepat membaca doa Dzahabaz zama'u?

Berdasarkan maknanya ("Telah hilang rasa haus"), doa ini sebaiknya dibaca setelah Anda membatalkan puasa dengan minum atau makan sedikit. Ini untuk meluruskan persepsi umum bahwa doa dibaca sebelum menyentuh makanan.

​3. Apakah boleh menggabungkan kedua doa tersebut?

Boleh. Tidak ada larangan untuk membaca kedua doa tersebut secara bergantian atau berurutan guna meraih keutamaan makna dari masing-masing doa.

​4. Apa yang harus dilakukan jika saya lupa membaca doa saat berbuka?

Ibadah puasa Anda tetap sah. Namun, Anda kehilangan keutamaan waktu mustajab. Anda tetap bisa membaca doa segera setelah teringat selama masih dalam suasana berbuka.

​5. Mengapa disunnahkan berbuka dengan kurma atau air putih dahulu?

Hal ini merupakan adab sesuai tuntunan Nabi SAW untuk memulihkan energi tubuh secara bertahap dan menyehatkan pencernaan sebelum mengonsumsi makanan berat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MA
MS
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.