Indonesia sering menjadi salah satu titik persinggahan bagi beberapa penyanyi maupun grup band dunia untuk menyelenggarakan konsernya. Banyak nama-nama besar yang sudah datang dan menghibur ratusan hingga ribuan penggemarnya yang ada di Indonesia.
Fenomena kedatangan para seniman kelas dunia tersebut tidak hanya terjadi baru-baru ini saja. Kedatangan grup band yang memiliki reputasi mentereng ke Indonesia sudah terjadi sejak beberapa dekade silam.
Mundur ke 1971, pada waktu itu ada sebuah grup band dari Inggris yang datang ke Indonesia untuk menghibur para penggemarnya. Band tersebut bernama The Hollies.
Tidak hanya tampil sekali saja, pentas The Hollies yang tampil di Istora Senayan menghibur para penggemarnya dalam dua kali penampilan. Lantas bagaimana momen saat kedatangan dan penampilan The Hollies ke Indonesia pada 1971 silam?
Rangkaian Tur Dunia
Dilihat GNFI dari artikel, "Band The Hollies Tiba: Malam Ini Beraksi di Istora" yang terbit di surat kabar Indonesia Raya edisi 13 Februari 1971, band asal Inggris ini tiba di tanah air pada Jumat, 12 Februari 1971. Kedatangan The Hollies ini tiba setelah mereka menyelesaikan penampilannya di Australia.
Pada waktu itu, The Hollies tengah menjalankan tur keliling dunia. Dari perjalanan ini, Indonesia menjadi salah satu negara yang turut disambangi dalam rangkaian tur dunianya tersebut.
Di Indonesia, The Hollies akan tampil sebanyak dua kali. Band beraliran pop dan rock tersebut tampil di Istora Senayan pada 13 dan 14 Februari 1971.
Dalam penampilannya tersebut, The Hillies membawakan beberapa hits mereka, seperti "Gasoline Alley Bred" dan lainnya.
Kesan Positif di Indonesia
Bernie Calvert, pemain bass dari band The Hollies mendapatkan kesan positif dari rangkaian tur mereka ke Indonesia pada waktu itu. Bahkan Bernie Calvert cukup terkejut jika banyak masyarakat Indonesia yang mengenal keberadaan grup musik mereka.
Saat pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia, Bernie Calvert menyebutkan jika tidak banyak kendala yang cukup berarti bagi mereka. Hanya saja, grup musik tersebut perlu beradaptasi dengan kondisi cuaca di Indonesia.
Meskipun kedatangan mereka bertepatan dengan musim hujan, cuaca di Jakarta masih terasa panas bagi anggota grup musik tersebut. Walau begitu, rasa panas tersebut terobati dengan cita rasa kuliner khas Indonesia yang cocok di lidah mereka.
Selain itu, Bernie Calvert juga terkesan dengan keramahan masyarakat Indonesia. Hal ini yang membuatnya mendapatkan kesan positif dalam rangkaian tur tersebut.
Selama di Indonesia, The Hollies hanya tampil di Istora Senayan saja. Mereka lebih memilih untuk tampil di panggung terbuka daripada klub malam dalam rangkaian turnya tersebut.
Mereka merasa jika orang-orang di klub malam datang tidak secara khusus untuk mendengarkan musik, tetapi hanya untuk minum-minum saja. Atas dasar inilah, The Hollies memilih hanya tampil khusus di panggung terbuka saja dalam rangkaian turnya pada waktu itu.
Sekilas tentang The Hollies
The Hollies merupakan salah satu grup musik legendaris asal Inggris yang populer di era 1960-an hingga 1970-an. Disitat GNFI dari laman All Music, grup musik ini pertama kali terbentuk di Manchester, Inggris pada 1962 silam.
Allan Clarke dan Graham Nash menjadi dua sosok penting dibalik terbentuknya grup musik tersebut. Bersama Eric Haydoc, Allan Clarke dan Graham Nash yang sudah bersahabat sejak kecil memulai kiprah dari grup musik yang mereka beri nama The Hollies.
Pada saat gelombang British Invasion 1960-an, The Hollies menjadi salah satu grup musik yang mendapatkan kesuksesan dari segi komersial. Berkat kejayaan mereka, The Hollies mendapatkan titel Rock & Roll Hall of Fame pada 2010 silam.


