Kunjungan Ratu Juliana pada 1971 menjadi salah satu momen bersejarah dalam hubungan Indonesia dan Belanda. Bagaimana tidak, kunjungan yang terjadi beberapa dekade silam tersebut menjadi momen kali pertama Ratu Belanda menginjakkan kaki di tanah air setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 1945.
Ratu Juliana yang datang bersama Pangeran Bernhard dan rombongan pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta pada 26 Agustus 1971. Rombongan ini mendarat langsung di Bandara Kemayoran yang ada di Jakarta pada waktu itu.
Kunjungan ini sendiri merupakan balasan dari lawatan Presiden Soeharto beberapa bulan sebelumnya. Oleh sebab itu, kunjungan kenegaraan ini memberikan kesan tersendiri dalam hubungan Indonesia dan Belanda.
Ratu Juliana menjalani beberapa rangkaian kegiatan dalam lawatannya ini. Di Jakarta dan sekitarnya saja, ada beberapa lokasi yang didatangi oleh putri dari Ratu Wilhelmina tersebut, baik bersama Pangeran Bernhard maupun terpisah.
Universitas Indonesia menjadi salah satu tempat yang didatangi oleh Ratu Belanda dalam kunjungannya waktu itu. Ratu Juliana juga sempat memberikan pidato langsung di hadapan mahasiswa yang hadir.
Meskipun demikian, suasana hangat dilaporkan terlihat pada saat Ratu Juliana memberikan pidato di Universitas Indonesia saat itu. Bahkan sering kali perkataan yang dilontarkan oleh Ratu Belanda itu disambut dengan gelak tawa para audiens yang hadir.
Bagaimana momen saat kunjungan Ratu Juliana ke Universitas Indonesia pada 1971 silam? Berikut ulasan terkait momen penting pada waktu itu.
Sambutan Hangat di Universitas Indonesia
Dikutip GNFI dari artikel "Ratu Juliana: Pemuda Tampil di Masa Sulit" yang terbit di surat kabar Indonesia Raya edisi 28 Agustus 1971, Universitas Indonesia menjadi salah satu tempat yang didatangi oleh Ratu Juliana dalam kunjungan 10 hari di Indonesia pada waktu itu. Ratu Juliana datang ke salah satu kampus terbaik di Indonesia tersebut bersama Pangeran Bernhard dan rombongan lainnya.
Sambutan hangat diterima oleh rombongan kenegaraan dari Belanda ini begitu tiba di Universitas Indonesia. Para mahasiswa yang sudah memadati Aula Universitas Indonesia menyambut langsung kedatangan dari Ratu Belanda tersebut.
Di sana, Ratu Juliana juga sempat memberikan pidato di hadapan semua mahasiswa yang hadir. Dalam pidatonya, Ratu Juliana menyampaikan tentang peranan penting dari generasi muda dalam sebuah negara.
Ratu Belanda tersebut menyebutkan jika generasi muda, termasuk para mahasiswa yang hadir memiliki peranan penting dalam pembangunan negara. Oleh sebab itu, keterlibatan para generasi muda ini menjadi penting dan dibutuhkan untuk mencapai hal tersebut.
"Panggil Saja Oma"
Tidak hanya menyampaikan pidato "serius," Ratu Juliana juga sempat menyampaikan beberapa kalimat yang mengundang gelak tawa dari para mahasiswa dan audiens yang hadir di Aula Universitas Indonesia. Dilihat GNFI dalam artikel "Panggil Saja Nenek" yang terbit di surat kabar Indonesia Raya edisi 28 Agustus 1971, Ratu Juliana sempat menyinggung panggilan oma yang disematkan pada dirinya.
"Mungkin kalian akan memanggil aku Oma, tapi tidak apa-apa karena memang demikianlah halnya," ucap Ratu Juliana di sela pidatonya, seperti yang dinukil dari artikel dalam surat kabar tersebut.
Ucapan dari Ratu Juliana ini kemudian mendapatkan respon hangat dari para audiens yang hadir. Tidak jarang Ratu Belanda tersebut juga beberapa kali berhenti dalam menyampaikan pidatonya sambil menunggu respon tawa yang reda dari para mahasiswa dan audiens lainnya.
Tidak banyak rangkaian kegiatan yang dijalani oleh Ratu Juliana di Universitas Indonesia. Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Aula Universitas Indonesia, Ratu Juliana dan rombongan kemudian bertolak menuju Kalibata untuk melihat makam Jenderal Spoor yang disemayamkan di sana.


