limbah biji kopi ternyata bisa disulap jadi teh kombucha minuman fermentasi yang banyak khasiatnya - News | Good News From Indonesia 2026

Limbah Biji Kopi Ternyata Bisa "Disulap" Jadi Teh Kombucha: Minuman Fermentasi yang Banyak Khasiatnya

Limbah Biji Kopi Ternyata Bisa "Disulap" Jadi Teh Kombucha: Minuman Fermentasi yang Banyak Khasiatnya
images info

Minuman kopi | Unsplash


Bagi sebagian orang, rasanya ada yang kurang jika belum minum kopi sebelum beraktivitas. Mulai dari menemani pekerjaan, mengerjakan tugas, hingga berkumpul bersama teman, kopi kerap menjadi pilihan.

Kebiasaan warga Indonesia dengan kopinya ini menjadikan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi. Bahkan menempati posisi keempat sebagai produsen kopi terbesar di dunia, setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.

"Sebagai salah satu produsen kopi terbesar, kita sekarang nomor empat di dunia, tentu ini sebuah pengakuan atas kiprah dan kualitas kopi Indonesia di mata dunia," kata Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, seperti dikutip dari kemenkopangan.go.id.

Produksinya meningkat sekitar 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 813,35 ribu ton pada 2024 berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS). Dan dari jumlah tersebut, 316,72 ribu ton kopi diekspor ke berbagai negara dengan nilai mencapai US$1,64 miliar.

baca juga

Potensi Kulit Biji Kopi yang Jarang Diketahui

Namun di balik kelimpahanya, ada bagian buah kopi yang terkadang luput dari perhatian, yaitu kulitnya. Dalam proses pengolahan, kulit kopi dipisahkan dari bijinya dan menghasilkan limbah sekitar 50–60 persen dari total hasil panen.

Artinya, dari 1.000 kilogram buah kopi segar, sekitar 400–600 kilogram di antaranya bisa berupa kulit kopi.

Karena selama ini, kulit kopi biasanya hanya ditumpuk, dibuang, dibakar, atau dimanfaatkan sebagai bahan kompos. Padahal bagian ini masih menyimpan sejumlah senyawa yang berpotensi dapat membantu menangkal radikal bebas, melindungi lambung, menjaga kekencangan kulit, serta mendukung sistem imunitas.

baca juga

Salah satu contohnya adalah dengan mengolahnya menjadi cascara yang dapat diseduh menjadi minuman segar dengan karakteristik rasa yang manis, masam, warnanya pekat seperti teh dan aromanya seperti tape.

Cascara juga dapat diolah lebih lanjut untuk menghasilkan minuman probiotik atau dikenal dengan teh kombucha.

Pemanfaatan kulit biji kopi ini sudah pernah diterapkan oleh Kelompok Tani Sumbekan Simalem di Desa Suka Makmur, Deli Serdang, Sumatra Utara, melalui program pengabdian masyarakat yang dirilis dalam jurnal yang bertajuk Inovasi Minuman Probiotik Berbasis Limbah Kulit Kopi (2022).

Cara Pembuatannya

Pertama-tama, masukkan kulit biji kopi kering sebanyak 100–200 gram ke dalam 3 liter air di tempat nirkarat dan rebus dengan air panas mendidih selama sekitar lima menit.

Setelah disaring, air seduhannya dicampur dengan gula pasir sekitar 10 persen dari volume air, lalu tuangkan ke dalam wadah, tutup rapat dengan kain dan dinginkan hingga mencapai suhu ruang sekitar 27 derajat Celsius.

Jika sudah dingin, masuk ke tahap inokulasi, yaitu seduhan kulit kopi tadi dimasukkan ke dalam wadah bersih dan diberi starter kombucha yang sebelumnya sudah didiamkan selama 30 menit. Starter kombucha adalah lapisan selulosa yang didalamnya mengandung mikroba kombucha.

baca juga

Setelah diinokulasi, tutup wadah menggunakan kain atau kertas dan simpan pada suhu ruang selama 4, 8, 12, hingga 16 hari.

Selama proses fermentasi tersebut, koloni kombucha tidak memerlukan paparan sinar matahari secara langsung, karena nanti bisa rusak. Jadi cukup ditemperatur ideal saja, yaitu sekitar 23 – 27 derajat celcius.

Proses fermentasi ini juga dapat membuat gula terurai oleh mikroorganisme dan terbentuklah Karbon Diosksida (CO2) yang membuat cairan kulit kopi jadi berbuih dan rasanya berubah menjadi lebih masam.

Setelah fermentasi selesai, lapisan selulosa yang terbentuk dipisahkan lalu saring untuk membersihkan sisa proses fermentasi. Dengan begitu, kombucha dari kulit biji kopi sudah siap dikonsumsi.

Manfaat Kombucha bagi Tubuh

Melansir laman resmi Pusat Riset Biomedis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), minuan fermentasi ini mengandung berbagai mikroorganisme dan metabolit yang berpotensi dapat mendukung keseimbangan mikrobiota usus.

Hal tersebut berperan penting dalam mengurangi risiko gangguan pencernaan, dapat membantu tubuh menyerap nutrisi dengan lebih baik, menjaga fungsi imun serta dapat menjaga metabolisme tubuh agar tetap sehat.

Sehingga di kalangan para penggiat healthy lifestyle, minuman ini cukup digemari dan populer.

Meski begitu, kombucha bukanlah minuman ajaib yang dapat menyembuhkan penyakit secara instan. Tentu manfaatnya akan terasa jika diimbangi dengan pola makan bergizi, aktivitas fisik, istirahat yang cukup dan pengelolaan stres yang baik.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

HK
RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.