jurus ramah lingkungan tapi tetap cuan ala artotel keberlanjutan dan bisnis ternyata bisa beriringan - News | Good News From Indonesia 2026

Jurus Ramah Lingkungan tapi Tetap Cuan ala Artotel: Keberlanjutan dan Bisnis Ternyata Bisa Beriringan!

Jurus Ramah Lingkungan tapi Tetap Cuan ala Artotel: Keberlanjutan dan Bisnis Ternyata Bisa Beriringan!
images info

ARTOTEL Group./ Artotel


Keberlanjutan tidak hanya melulu menjadi beban bagi pelaku usaha. Artotel telah membuktikannya di mana mereka bisa menerapkan berbagai hal yang berorientasi menjaga lingkungan, tetapi tanpa mengorbankan keuntungannya.

Bicara soal bisnis perhotelan, pelayanan alias hospitality sudah tentu jadi prioritas nomor wahid. Setiap hotel berlomba-lomba untuk melayani tamu semaksimal mungkin. Akan tetapi, apakah itu selaras dengan prinsip keberlanjutan yang lekat dengan efisiensi, penghematan, serta penggunaan berbagai barang secara selektif?

Pendiri dan CEO Artotel Group, Erastus Radjimin, punya jawabannya. Dalam Sustainability Talk bertajuk “Building Resilience Through Nature: Why Investing in Nature Matters for Business Resilience,” yang digelar pada Rabu, 23 September 2026, di The Rooang at Bimasena, Jakarta, ia membuktikan bahwa dua hal tersebut bisa dijalankan secara beriringan oleh perusahaannya.

Sejak 2022, Artotel Group mulai menjalankan inisiatif The Art of Goodness yang bertujuan untuk menerapkan sustainability dengan target yang terukur, serta hasil yang dapat dipantau. Salah satu wujudnya adalah dengan restorasi alam. Berkolaborasi dengan Bumiterra, saat ini restorasi alam tersebut dijalankan di lahan seluas 1 hektare di Desa Rumbih, Kalimantan Barat.

“Restorasi alam bukan hanya tentang menanam kembali pohon, tetapi tentang menjaga dan memulihkan ekosistem agar dapat terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Bagi kami, investasi pada alam merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan destinasi sekaligus membangun ketahanan bisnis hospitality,” ujar Erastus.

Sustainability Talk bertajuk “Building Resilience Through Nature: Why Investing in Nature Matters for Business Resilience,” pada Rabu, 23 September 2026, di The Rooang at Bimasena, Jakarta,

baca juga

Keberlanjutan dari Hal-Hal Kecil Tapi Berdampak

Selain restorasi alam, ada pula sederet langkah lain yang dilakukan Artotel untuk mengupayakan bisnis agar selaras dengan prinsip keberlanjutan. Ternyata, langkah-langkah tersebut terbilang kecil, tetapi punya dampak nyata. Misalnya saja, penghematan air dan penggunaan plastik seminim mungkin.

"Ketika kita menghasilkan penggunaan energi, penggunaan air, plastik, dan kita menghasilkan semua penyedia yang harus disertifikasi juga, itu pasti menyebabkan peningkatan saving cost," lanjut Erastus.

Secara hitung-hitungan, penghematan energi dan air serta mengurangi pemakaian plastik memang mengurangi beban keuangan hotel. Apalagi, dari hal-hal itulah beban operasional hotel terbesar berasal.

"Di hotel, hal kecil yang kami lakukan secara langsung adalah penghematan dalam hal utility. Karena dalam pengeluaran hotel, biaya terbesar kami selalu utility yang isinya air, energi, lalu payroll," papar Erastus lagi.

Hal lain yang juga dilakukan Artotel Group adalah memanfaatkan kembali barang-barang yang sudah tidak bisa digunakan. Alih-alih dibuang begitu saja, barang-barang tersebut diubah menjadi benda lain yang punya nilai.

Erastus mencontohkan, hotel biasanya memiliki sprei yang tidak bisa dipakai karena rusak, lazimnya karena robek atau terkena noda yang tidak bisa dihilangkan. Oleh Artotel Group, sprei yang kondisinya demikian diubah menjadi tas belanja.

"Pada dasarnya apa yang kami lakukan adalah mengubah semua sprei tak terpakai dari semua hotel yang kami miliki, lalu menaruhnya di satu tempat seperti pick up center. Kami juga mengubahnya menjadi tas belanja," paparnya.

Dengan apa yang dilakukan Artotel Group, bisa jadi publik bertanya-tanya mengapa perusahaan tersebut bersedia untuk melakukan "akrobat" sedemikian rupa demi menjaga bisnisnya agar tetap berkelanjutan? Soal ini, penjelasan Erastus sederhana saja.

"Bagaimana kita melihatnya, kami hanya ingin menjadi bagian dari impact yang baik. Kami ingin menjadi bagian dari masyarakat yang baik dan sebagai perusahaan yang membuat keuntungan di negara ini," pungkasnya.

baca juga

 

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.