Pasbana - Di dapur-dapur rumah gadang dan di sudut kampung yang tenang di Ranah Minang, pengobatan tak selalu dimulai dari resep dokter. Ia bisa berawal dari kebun belakang rumah—dari daun yang dipetik pagi hari, dari akar yang dibersihkan dengan hati-hati, dari rempah yang ditumbuk di atas batu.
Bagi masyarakat Minangkabau, alam bukan sekadar lanskap. Ia adalah apotek hidup.
Warisan pengobatan tradisional Minangkabau tumbuh dari kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Ramuan nabati, akar-akaran, dan rempah-rempah menjadi bahan utama yang dipadukan dengan metode penyembuhan seperti batangeh (mandi uap rempah) dan bauruik atau urut tradisional.
Praktik ini bukan sekadar ikhtiar menyembuhkan tubuh, tetapi juga bagian dari falsafah hidup yang menyatukan manusia dan alam.
Baca Selengkapnya

