pohon ficus poros spiritualitas dan pondasi masa depan berkelanjutan uPUmi0 - News | Good News From Indonesia 2026

Pohon Ficus: Poros Spiritualitas dan Pondasi Masa Depan Berkelanjutan

Pohon Ficus: Poros Spiritualitas dan Pondasi Masa Depan Berkelanjutan
images info

Pohon Ficus (beringin) tak pernah berdiri sendiri. Namun menjadi titik pertautan antara data, doa, dan berlanjutnya sebuah kehidupan. 

Dalam kosmologi Jawa, pohon Ficus (beringin, loa, preh, randu alas, elo, dan sejenisnya) bukan sekadar tumbuhan, melainkan titik temu antara dunia manusia, alam, dan yang adikodrati. Akar gantungnya yang menjuntai dari atas dan akarnya yang menembus bumi menjadikan Ficus simbol sumbu kosmis (axis mundi), yaitu penghubung antara jagat atas, jagat tengah, dan jagat bawah. Karena itu, Ficus selalu ditempatkan di ruang-ruang sentral, seperti alun-alun, punden, sendang, batas desa, dan makam leluhur.

Ringin Tunggal hingga Ringin Catur

Dalam filsafat Jawa, keberadan pohon Ficus (Ringin) tidak pernah bersifat kebetulan. Ficus Tunggal, seperti di kawasan Sotasrungga Bojonegoro, melambangkan poros kekuatan spiritual yang menghubungkan manusia dan Tuhan. Ficus Kembar, seperti di Alun-Alun Kidul Yogyakarta, melambangkan dualisme kosmis: lahir dan batin, laki-laki dan perempuan, gelap dan terang, yang harus selalu berada dalam keseimbangan.

Ficus Telu melambangkan simbol Tri Loka (cipta, rasa, dan karsa), sedangkan Ficus Catur seperti yang banyak ditemui di Wilayah Bojonegoro, mencerminkan kiblat papat lima pancer, yaitu struktur ruang spiritual Jawa di mana satu pusat dijaga oleh empat penjuru. Dengan demikian, penanaman Ficus dalam konfigurasi tertentu sesungguhnya merupakan pembangunan arsitektur metafisik wilayah, bukan sekadar penataan ruang hijau.

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.