Sijunjung, pasbana - Di antara aliran Batang Sukam dan Batang Kulampi, berdiri sebuah kampung yang seolah menolak lupa. Di sinilah Kampung Adat Nagari Sijunjung tumbuh, bertahan, dan terus hidup sebagai salah satu representasi paling utuh sistem masyarakat matrilineal Minangkabau—sebuah sistem sosial langka yang kini makin terdesak zaman.
Berada di Jorong Padang Ranah dan Tanah Bato, Nagari Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, kawasan ini bukan sekadar destinasi budaya. Ia adalah ruang hidup, tempat adat bukan hanya dikenang, tetapi dijalani sehari-hari.
Sekilas, pemandangan 76 Rumah Gadang yang berdiri berjejer rapi menjadi daya tarik utama. Namun di balik arsitektur atap gonjong yang menjulang, tersimpan sistem nilai yang jauh lebih besar. Setiap rumah adalah simbol kaum—klan yang diwariskan melalui garis ibu, sesuai falsafah Minangkabau: adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.


