BANDA ACEH | SAGOE TV – Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Banda Aceh bersama Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) UIN Ar-Raniry dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Aceh telah menuntaskan Pelatihan Dasar Penggunaan Mushaf Al-Qur’an Braille pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh akademisi, mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap penguatan pendidikan Al-Qur’an yang inklusif.
Pelatihan tersebut menghadirkan Syifa Urrachmah, sebagai narasumber utama. Ia dikenal sebagai praktisi Al-Qur’an Braille sekaligus pegiat pendidikan inklusif di tingkat nasional. Kiprahnya mendapat pengakuan luas, termasuk apresiasi langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada peringatan Hari Guru Nasional November 2025 atas dedikasinya dalam memperjuangkan hak-hak inklusi penyandang disabilitas.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Salman Abdul Muthalib, menyampaikan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai pelatihan Mushaf Al-Qur’an Braille sebagai langkah strategis perguruan tinggi dalam menghadirkan layanan pendidikan Al-Qur’an yang lebih adil, ramah, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Apresiasi senada disampaikan Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Zulihafnani, Menurutnya, penguatan literasi Al-Qur’an Braille merupakan bagian penting dari pengembangan keilmuan Al-Qur’an yang peka terhadap dinamika dan kebutuhan sosial, khususnya bagi kelompok disabilitas netra.
Sementara itu, Sekretaris LPTQ Aceh, T. Mardhatillah, mengusulkan agar ke depan Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dapat membuka mata kuliah pilihan yang berfokus pada Al-Qur’an Braille. Gagasan ini diharapkan mampu melahirkan tenaga pendidik Al-Qur’an yang kompeten dalam mendampingi dan berbagi pengetahuan kepada tunanetra, sehingga akses terhadap nilai-nilai Al-Qur’an semakin luas dan inklusif. []
Baca Selengkapnya

