golek wengi aktivitas masyarakat bojonegoro jelang berbuka A9R663 - News | Good News From Indonesia 2026

Golek Wengi: Aktivitas Masyarakat Bojonegoro Jelang Berbuka

Golek Wengi: Aktivitas Masyarakat Bojonegoro Jelang Berbuka
images info

Sebelum istilah ngabuburit populer lewat televisi, masyarakat Bojonegoro sudah punya istilah sendiri untuk mendeskripsikan proses nunggu berbuka puasa: Golek Wengi.

‎Bagi warga Bojonegoro, terutama generasi yang tumbuh remaja pada era 1990 hingga 2010-an, Golek Wengi bukan sekadar aktivitas sore hari. Namun istilah trendy yang menjadi bagian dari suasana Ramadhan itu sendiri — kebiasaan kolektif yang hidup dalam ritme perkampungan, pasar, dan jalanan kota masyarakat urban.

‎Secara harfiah, Golek berarti mencari; Wengi berarti malam. Namun dalam praktiknya, Golek Wengi bukan berarti sekadar mencari malam secara literal. Istilah Golek Wengi lebih pada ungkapan untuk menggambarkan kegiatan keluyuran menjelang magrib, saat perut mulai terasa lapar dan waktu berbuka masih terasa lama.

‎Dalam konteks ini, Golek Wengi semacam cara masyarakat Bojonegoro dalam mengisi waktu menuju temaram dengan berjalan, berkumpul, atau sekadar menikmati keramaian sore-jelang-maghrib di Bulan Ramadan. Tentu, sebuah momen yang tak akan ditemukan di bulan-bulan lainnya.

Baca Juga: Mapak Poso, Tradisi Ramadhan Masyarakat Bojonegoro 

Dua dekade silam, istilah ‎Golek Wengi masih sangat dikenal di Bojonegoro. Para remaja sampai bapak-bapak muda, mengenal betul istilah yang identik dengan jalan-jalan, naik sepeda, atau nyumet mercon di pinggir jalan sambil menunggu kumandang azan. Istilah ini berangsur hilang pada 2010-an.

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.