Daun kelor yang tumbuh di pekarangan rumah itu, akhirnya dikenal hingga Jerman.
Di Padangan, sejak lama daun kelor identik tanaman keramat. Daunnya dipercaya menetralisir pengaruh buruk, medium pembersihan dalam praktik pengobatan tradisional. Namun, di tangan Anita Wahyu Deviani (41), daun yang lekat cerita keangkeran justru masuk dapur inovasi.
Anita mengolah daun kelor menjadi bermacam varian produk makanan. Daun kelor diubah menjadi cokelat. Menjadi wedang. Menjadi kapsul. Dan yang paling baru, menjadi mie instan. Dari tanaman hanya dipetik untuk sayur bening atau pakan kambing, Anita mencoba menemukan kemungkinan lain.
βJadi semua bahannya daun kelor. Kami kembangkan jadi macam-macam varianβ ucap Anita, sambil menunjukan salah satu produknya.
Anita bukan datang dari dunia kuliner. Ia merupakan guru Kimia di SMKN Kasiman, Bojonegoro. Latar belakang pendidikannya Ilmu Kimia Organik dari ITS Surabaya. Sebelum menjadi guru, ia pernah bekerja di bagian packaging snack Siantar Top. Ia juga bekerja di perusahaan laboratorium pengujian biokimia dan pangan, Angler BioChemLab.
Baca Selengkapnya

